Sejarah perekonomian Indonesia



A.    Ekonomi  Prasejarah
Dari berbagai penelitian sejarah, antarpologi dan arkeologi, Indonesia telah didiami manusia purba yang meningalkan jejak mereka pada awal masa plestosen. Manusia purba yang dikenal dengan Pithecanthopus. Pada masa selanjutnya hidup manusia yang sudah lebih maju bentuknya yakni pithecanthropus erectus dan pithecanthropus solensis. Mereka pada masa itu, cara bertahan hidupnya dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan jadi, intinya ia hidup sangat tergantung pada alam dan lingkungannya. Kemudian berlajut kemasa Holosen coroknya sama saja dengan masa plestosen masih meramu, berburu dan mengumpulkan makanan ( umbi-umbi dan kerang).
Menurut Prof. Kuntjaraningrat, ketiga bentuk mata percaharian yang disebut lebih awal sering dikenal dengan dengan sebutan”Ekonomi Pengumpul Pangan” ( food gathering economics).
B.     Ekonomi Masa Kerajaan dan Jalur Perdagangan
Zaman sejarah Indonesia diketahui sejak adanya kerajaan kutai dan Tarunanegara. Dari berita Cina diketahui tentang kerajaan – kerajaan lain dengan Sanfo-si, Che-li-fo chi, Ta-chi dan to-lo-mo telah mempunyai hubungan dagang india dan tiongkok. VAN LEUR melukiskan bahwa ketika itu Asia terdapat dua jalan perniagaan besar, yaitu melalui darat dan laut yang disebut “JALAN SUTRA” yang dimulai dari Thiongkok, melalui Asia Tengah dari Turkestan sampai ke laut Tengah, dimana jalan ini berhubungan dengan jalan – jalan kalifah dari  India. Sedangkan perhubungan darat antara Tiongkok dan India dengan Eropa sudah terkenal semenjak tahun 500 SM. Jalan darat ini adalah jalan yang paling TUA.
Kemudia VAN LEUR menerangkan bahwa jalan yang melalui laut ialah dari Tingkok dan Indonesia, memalui Selat Malaka ke India dari sini ada yang ke Teluk Persia, melalui Suriah ke laut Tengah, ada yang ke laut Merah, melalui Mesir dan sampai juga di Laut Tengah. (JC. Van Leur 1967).
Perdagangan laut antara India, Tiongkok dan Indonesia dimulai dalam abab pertama sesudah masehi yqng di cari pada waktu itu ialah rempah – rempah, kayu wangi, kapur barus dan kemenyan. Kemudian ada 2 golongan pedagang BURGER menyebutkan adanya golongan Finansir yaitu orang – orang kaya, kaum hartawan yang memasukan uangnya dalam suatu usaha perdagangan secara insidentil. Lalu golongan lainya ialah saudagar kelontong atau pedagang keliling. Kemudian harga barang yang diperjualkan sangatlah mahal, ini dikarenakan waktu dan pengaangkutanya yang lama dan sulit.
Contoh perdaganganya : Pelayaran Tonkin ke India misalnya digambarkan oleh BURGER sangatlah lama,  bias mecapai 12 bahkan 15 bulan, lalu dari Kanton ke Palembang 20 hari, bahkan bias 1 bulan. (Burger dan Prayudi 1962).
Perdagangan di Indonesia yaitu di kerajaan – kerajaan tradisional disebutkan oleh VAN LEUR mempunyai sifat KAPITALIS. Lebih jelasnya disebut Kapitalisme politik di mana pengaruh raja dan kepala negeri dlam perdagangan itu sangat besar dan kapitalisme ada dua yaitu kapitalisme modern dan tradisional.
Kerajaan Sriwijaya adalah suatu kerajaan pantai, Negara perniagaan dn Negara yang bekuasa di laut. Kekuatan serta kekayaan disebabkan oleh perdagangan internasional melalui Selat Malaka, jadi berhubungan dengan perdagangan Internasonal dari Asia ke Timur ke Asia Barat dan Eropa.
Pelayaran Sriwijaya meliputi lautan sampai India dan Hindia belakang bahkan sampai ke Madagaskar. Kapal – kapal yang melalui perairn Sriwijaya diwajibkan singgah di pelabuhan – pelabuhan Sriwijaya tersebut sebagai kerajaan yang mengadakan “paksaan manimbung barang”. Raja Sriwijaya memiliki kapal – kapal sendiri. Kekayaan benda raja serta kaum bangsawan berasal dari usaha perdagangan sendri, dari bea – bea yang di pungut dari perdagangan yang melalui kerajaan, bahkan ada dari peperangan dan pembajakan laut dan perdagangan. Selama beberapa abad Sriwijaya berfungi sebagai pelabuhan samudera pusat perdagangan  dan pusat kekuasaan yang menguasai pelayaran dan perdagangan di bagian barat Indonesia. Semenanjung Malaya, Selat Malaka, Sumatera Utara, selat Sunda termasuk kekuasaan lingkungan Sriwijaya.
MEILINK ROELOFSZ, digambarkan bahwa barang yang diperdagangan di sana ialah tekstil, kapur barus, mutiara, kayu berharga, rempah – rempah, gading, kain katun, perak, emas, sutra, pecah belah, gula dan sebagaina (Meilink Roelofsz 1962).
Di samping Sriwijaya muncul juga kerajaan – kerajaan Jawa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Struktur kerajaannya berpusat pada daerah pendalaman bukan daerah, walaupun kerajaan di Jawa Timur perdagangan lautnya luas namun kekuasaan tidak pada perniagaan melaikan pada pertanian yaitu usaha kaum tani, pada ekonomi desa dan kerja rodi serta kewajiban para petani menyerahkan sebagian dari hasil buminya kepada para penguasa.

C.     Perekonomian pada masa VOC ,EIC dan Iberia
Pengaruh VOC dan EIC dalam pelayaran niaga Samudra Hindia, menurut CHAUDHIRI (1989) yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya dari perdagangan rempah – rempah. Sedangkan pedagang dari Iberia tujuanya menebarkan agama Khatolik dan melawan agama Islam, namun ketika mereka berhasil melintasi Tanjung Harapan dan berhadapan dengan kekayaan pelayaran niaga Samudra Hindia maka unsur – unsur komersial menjadi dominan kegiatan perdagangan orang – orang Iberia malah berhasil mematahkan jalur – jalur dagang Timur Tengah ke Eropa melalui kota – kota dagang di Italia seperti di Venesia, Genoa dan Barcelona.
Kemudian pada saat ini terjadi barulah VOC dan EIC bergerak menyingkirkan dominasi Iberia di Samudra Hindia. Kemudian timbul pertanyaan  mengapa orang – orang Eropa Barat (Inggris dan Belanda) dapat merebut pasaran di Samudra Hindia yang telah di masuki oleh Iberia (Protugis).   Kenyataanya bahwa ada  perbedaannya adalah dalam system manajemen perdagangan : organisasi perdagangan orang – orang Iberia adalah Perusahaan Negara” karena dikuasai oleh Raja dan bangsawan, sedangkan perusahaan dagang Inggris dan Belanda (EIC,VOC) adalah perusahaan – perusahaan swasta milik kaum “bourgeoisie” sebagai pemegang saham.
Perbedaan dalam organisasi perdagangaan memang dampak penting dalam jangka panjang. Perusahaan Negara mecari keuntungan tetapi demi kerajaan, perusahaan swasta mencari keuntungan juga tetapi demi para saudagar itu sendiri. Para pejabat Protugis dan Spanyol adalah pegawai raja yang melakukan tugas Kerajaan”. Yang mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sendiri melalui perdagangan itu dan hal ini terjadi juga dalam perusahaan swasta tetapi lebih mudah diawasi oleh pimpinan perusahaan.
Alasan mengapa Protugis dan Spanyol akhirnya dihalau dari dunia pelayaran niaga Samudra Hindia adalah soal politik. VOC adalah sebuah badan dagang sekalipun dimiliki kaum Kalvinis di Belanda berupaya untuk bersikap netral dalam soal perdagangan di Asia. Sebaliknya Protugis dan Spanyol yang pernah berhadapan dengan kekuasaan Islam di benua Iberia itu, tetap diliputi oleh sentimen – sentimen anti Islam yang sulit ditundukan demi perdagangan. Sebab itu pula VOC dalam periode awalnya dapat bergerak dengan leluasa di kota – kota Nusantara yang bercorak Islam.

Adanya kekeliruan apabila dikatakan sejak tahun 1680 VOC telah menguasai komoditi – komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa. Kota – kota dagang dan jalur – jalur pelayaran yang dikuasainya adalah untuk menjamin monopoli atas komoditi itu (rempah – rempah). Selain itu VOC tidak memikirkan untuk membangu pasokan kebutuhan – kebutuhan hidup penduduk, kecuali bahan – bahan pakaian (tekstil) yang produksinya di India dikasasinya juga. Maka ti tengah celah yang di sediakan system VOC itu munculah pola perdagangan lain yang sama sekali berada dalam tangan penduduk lokal.













sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi,distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Comments