Thursday, July 30, 2015

Madura – Palembang : Motivasi dalam Wacana Penggalian Hubungan Sejarah Antar Wilayah (Bagian III / Tamat)

Klik untuk membaca bagian sebelumnya

Wacana di Masa Depan


          Karena penekanan penulisan ini ialah kepada aspek kemaduraan, sebagaimana penulis berasal dari wilayah tersebut, ada beberapa hal yang bisa diusahakan dalam penggalian hubungan sejarah antar-wilayah. Keuntungan yang akan didapat nantinya berupa penguatan identitas lokal Madura yang sudah bisa dibuktikan perannya dalam sejarah Nusantara. Penekanannya bisa diutamakan untuk wilayah-wilayah yang mana dapat dijumpai orang Madura, tepatnya di kota-kota yang cenderung dekat dengan wilayah Madura. Penggiatan seminar-seminar juga harus diusahakan sebagaimana pada 2012 pernah dilaksanakan Kongres Bahasa Madura, selanjutnya hal itu bisa ditransformasi kepada seminar kesejarahan Madura untuk orang Madura non-perantauan dan perantauan. Permasalahan yang sering ditemukan kini adalah ketika orang Madura merantau, minimalnya mereka lebih sering memakai bahasa setempat dan cenderung melupakan bahasa asalnya. Sekalipun ini adalah hak asasi setiap individu, namun identitas asal juga tidak boleh dilupakan begitu saja, apalagi Madura terbukti memiliki Local Genius yang luhur.

           Di bidang kesejarahan, pemanfaatan instansi pemerintah seperti Museum juga bisa digiatkan. Sebagaimana disebutkan bahwa untuk wilayah yang cenderung begitu jauh seperti di Palembang, ternyata hubungan di masa silam telah terbina dan sekalipun terbatas juga saling memengaruhi. Penyebutan-penyebutan tentang Madura di sumber-sumber Jawa misalnya bisa diangkat untuk menjelaskan asumsi pihak luar kepada Madura. Koneksi antar-Museum di wilayah-wilayah yang dalam sejarahnya mempunyai catatan sejarah tentang dan dengan Madura, nantinya akan menciptakan sebuah kajian kesejarahan baru yang bukan saja bersifat satu wilayah administratif tetapi lebih luas lagi ialah antar Kabupaten, Provinsi , atau bahkan antar-negara. Sebagaimana yang bisa diadopsi ialah di Museum Balaputeradewa Palembang terdapat corner khusus yang dibangun atas kerjasama pemerintah Malaka (Malaysia) dan Palembang untuk mengungkap hubungan sejarah keduanya sejak zaman Parameswara.

         Sebaliknya, penyebutan daerah-daerah luar dalam sumber Madura bisa pula menjelaskan tentang pengetahuan atau bahkan mobilitas masyarakat Madura ke tempat lain. Sebagai contoh (diluar konteks Palembang-Madura), pernah disebutkan nama Kiai Ahmad Hasbullah ibn Muhammad, orang Madura yang menetap di Mekkah dan dikenal sebagai murid Ahmad Khatib Al-Sambasi dan juga seorang khalifah tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah. Dengan mengangkat tentang tokoh-tokoh Madura di perantauan, peran orang Madura dalam sejarah, dan hubungan wilayah lain dengan Madura, maka diharapkan akan timbul motivasi yang baik untuk mebina kejiwaan generasi kini yang lebih visioner dan global tanpa harus meninggalkan identitas Madura dalam dirinya.



Daftar Pustaka                   

Ahmad Rifa’i, Mien, Manusia Madura :Pembawaan, perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya, Yogyakarta : Pilar Media, 2007.

Awani, Ghulam Reza, dkk.,Islam, Iran dan Peradaban, Jogjakarta Rausyan Fikr, 2012.

Azra, Azyumardi, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Bandung : Mizan, 1994.

Djajadiningrat, Hoesin, Tinjauan Kritis Tentang Sejarah Banten, Bandung : Penerbit Djambatan, 1983.

Fauzi, Jakfar Shodiq, Kemilau Bukit Batuampar : Sebuah Manaqib Buyut Batuampar, Surabaya : Sinar Terang, 2013.

Harinuksmo, Bambang, S. Lumintu, Ensiklopedi Budaya Nasional : Keris dan Senjata Tradisional Indonesia Lainnya, Jakarta : Cipta Adi Pustaka, 1998.

Maarif, Syamsul, History of Madura, Yogyakarta : Araska, 2015.

Notosusanto, Nugroho,  Marwati Djoened Poesponegoro, Sejarah Nasional Indonesia III : Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam, Jakarta : Balai Pustaka, 1993.

Ricklefs,M.C.,Sejarah Indonesia Modern, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 2011.

Sadik, A. Sulaiman, Sangkolan, Pamekasan : Dinas P & K, 2006.

Sunanto, Musyrifah, Sejarah Peradaban Islam Indonesia, Jakarta : Rajagrafindo Persada, 2012.

Supriyanto. Pelayaran dan Perdagangan di Pelabuhan Palembang.Yogyakarta : penerbit Ombak. 2013

Utomo, Bambang Budi, Cheng Ho : His Cultural Diplomacy in Palembang, Palembang : Departemen Pendidikan Nasional, 2008.

Van Bruinsessen, Martin, Kitab Kuning,Pesantren, dan Tarekat, Bandung : Mizan, 1990.

                                       , Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung : Mizan, 1998.


Author : Arafah Pramasto,