Saran Pengembangan Museum Mandhilaras Kabupaten Pamekasan



Berdasarkan kunjungan ke Museum Mandhilaras Kabupaten Pamekasan pada 2011 dan 2014, penulis menyarankan pengembangan Museum tersebut dalam beberapa hal :



a)   Berkaitan dengan kapasitas bangunan, perluasan gedung Museum akan lebih efektif untuk menampung lebih banyak lagi koleksi yang bisa disajikan.



b)     Preparasi (penyajian) koleksi perlu dimodifikasi untuk menciptakan atmosfer Museum yang lebih tertata. Salah satunya ialah dengan melakukan klasifikasi-klasifikasi koleksi secara tematis. Hal ini didasarkan pada pengalaman penulis saat melakukan kegiatan Pemagangan Museum di Museum Sriwijaya-Taman Wisata Budaya Kerajaan Sriwijaya, setelah melakukan komparasi berdasarkan prospek yang ada dapat disimpulkan bahwa Museum Mandhilaras masih belum memungkinkan untuk menghadirkan koleksi secara kronologis (dari zaman ke zaman), sehingga cara yang terbaik ialah :



·       Pada Bagian Pertama (Stage 1) bisa dibuat sebuah Board yang memberikan penjelasan tentang keadaan geografis Pamekasan dan Situs-Situs Kesejarahan (termasuk Kesejarahan Religi).



Adapun sumber-sumber wilayah lain tentang eksistensi Madura seperti : 1) Prasasti Sang Hyang Sarwadharma, 2) Kitab Pararaton yang menjelaskan tentang pembangunan Majapahit pertama oleh orang Madura. Catatan-catatan daerah lain tentang Madura setidaknya dapat ditampilkan secara khusus pada bagian pertama, 3) Prasati Kudadu yang ditemukan di Kediri bahkan menyebutkan di masa Ayahanda Raja Kertanegara, Sri Rangawuni, tentang adanya pemerintahan di Madura sebelum Arya Wiraraja. Sulaiman Sadik pernah mengungkapkan suatu hal yang unik tentang arti kata “Madura” yang pernah tercantum dalam Prasasti Balawi dan Tembang Harsa Wijaya  dalam Museum Mandhilaras nampaknya telah memiliki fosil Kerang Purba yang juga bisa ditempatkan pada bagian ini. Apabila terdapat koleksi-koleksi ang diperkirakan berasal dari zaman Majapahit, seumpama Keris, dapat juga diikutsertakan dalam Stage 1 ini.



·    Bagian selanjutnya (Stage 2) seperti pernah dilihat oleh penulis, bahwa Museum Mandhilaras memiliki miniatur reka ulang pengangkatan Ronggosukowati sebagai Raja. Pembuatan miniatur lainnya juga bisa diusahakan dan nampaknya perlu ada tambahan berupa pembuatan miniatur Keraton Proppo, Keraton Mandhilaras, Maseghit Rato, Reka Ulang Penyerbuan Bali, dan Reka Ulang Invasi Mataram. Karena Stage ini mewakili kejadian-kejadian besar di masa Kerajaan Pamekasan.



·      Stage 3 lebih relevan untuk menjelaskan era kekuasaan VOC dan Kolonial Belanda. Miniatur Kerapan Sapi dan Pembuatan Garam era kolonial ataupun hasil kebudayaan yang lebih dekat dengan era Modern bisa ditampilkan di Stage ini.



·           Stage 4 Lebih ditekankan keada aspek “Kausalitas” yang maksudnya ialah dari tiga stage sebelumnya, Museum dapat menggunakan stage ini untuk sarana promosi produk-produk daerah seperti penjualan Odheng,Batik Madura,Baju Pesaan, Celurit Hias ataupun Makanan Khas Madura.



·           Sedikit usulan denah Museum apabila telah mengalami perluasan bangunan, disertai dengan alur sirkulasi pengunjung dan disesuaikan agar memengaruhi aspek View dari pengunjung tersebut :



Keterangan :

01 Pintu Masuk

02 Registerasi Pengunjung

Stage 1 (Peradaban Awal dan Pengaruh Jawa)

1.1  Board  Informasi tentang kota Pamekasan

1.2  Board Informasi Situs Kesejarahan

1.3  Display Kepurbakalaan

* Bisa ditampilkan fosil kerang purba ataupun penemuan lain kepurbakalaan lainnya yang bisa ditemukan.

1.4  Display Sumber Informasi Dari Daerah Lain Tentang Madura

* Bisa ditampilkan replika  prasasti-prasasti ataupun kitab-kitab. Diperlukan kerjasama antar-Museum untuk mewujudkan display ini.

1.5  Display Koleksi Hingga Zaman Majapahit

* Menurut Bambang Hasrinuksmo dan S. Lumintu dalam Ensiklopedi Budaya Nasional : Keris dan Senjata Tradisional Indonesia Lainnya (1998), sebenarnya pada rentang waktu Abad ke-12 hingga Abad ke-14 (pada masa sebelum hingga masa Majapahit) pernah disebutkan Empu Keris asal Madura yakni Macan dan Kasa, namun amat sulit sekali melacak keberadaan Keris karya dua empu Madura itu.

Stage 2 (Independensi Kerajaan Pamekasan dan Invasi Mataram)

2.1 Board tentang Pendirian Kerajaan Pamekasan

* Menjelaskan latar belakang secara umum pendirian Kerajaan Pamekasan yang dimulai sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit

2.2 Board yang menjelaskan pendirian Kraton Proppo dan Pamellingan

   * Bisa ditekankan pada penjelasan mengenai tokoh Arya Mengo (Pendiri Pamellingan), Arya Menak Senoyo (Pendiri Proppo). Jikalau diperlukan juga dapat dijelaskan tentang sosok Arya Damar sebagai ayah dari Arya Menak Senoyo yang berkuasa di Palembang. Hingga nanti dilanjutkan pada penjelasan  mengenai persatuan antara Keturunan Arya Lembu Petteng dan Arya Damar melalui pernikahan antara Arya Pramono dan Nyi Banu yang akan melahirkan Rato Bonorogo selaku ayah dari Ronggosukowati, pendiri Pamekasan.

2.3. Display miniatur Kraton Pamellingan dan Proppo

   * Dalam menciptakan miniatur yang baik diperlukan penelitian dan pendapat ahli kesejarahan Madura.

2.4. Display miniatur pengangkatan Ronggosukowati

            * Dalam menciptakan miniatur yang baik diperlukan penelitian dan pendapat ahli kesejarahan Madura.

2.5 Display pembangunan Maseghit Rato, Kraton Mandhilaras, dan Invasi Bali

   * Dalam menciptakan miniatur yang baik diperlukan penelitian dan pendapat ahli kesejarahan Madura.

2.6. Display dan Board penjelasan Invasi Mataram

   * Dalam menciptakan miniatur yang baik diperlukan penelitian dan pendapat ahli kesejarahan Madura.

Stage 3 (Kekuasaan Eropa hingga Merdeka)

3.1. Board yang menjelaskan masuknya VOC hingga Belanda

   * Pada bagian ini sebenarnya dibutuhkan Daghregister dan Staatblaad atau dokumen catatan VOC hingga masa kolonial Belanda. Pamekasan dan Madura memiliki banyak akademisi yang bisa diperbantukan dalam penerjemahan  dokumen-dokumen ini. Sebagaimana dalam pengalaman penulis yang pernah berkunjung ke ANRI (Arsip Nasional RI), Daghregister dan Staatblad asli memang tidak boleh di ambil, namun besar kemungkinannya apabila dibutuhkan oleh pemerintah daerah tertentu, dokumen itu boleh di abadikan dengan kamera, ini bisa disajikan dalam Museum.

3.2. Display miniatur pembuatan Garam era kolonial

   * Dalam menciptakan miniatur yang baik diperlukan penelitian dan pendapat ahli kesejarahan Madura.

3.3. Display dan Board penjelasan perjuangan Pamekasan masa Revolusi Fisik (era Kemerdekaan)

   * Dalam menciptakan miniatur yang baik diperlukan penelitian dan pendapat ahli kesejarahan Madura.

Stage 4

Stan Produk-Produk Lokal

03 Pintu Keluar

            Pengembagan Museum memang membutuhkan anggaran yang besar. Setidaknya sumbangan pemikiran penulis ini dapat melengkapi sedikit banyak wacana kesejarahan Madura terutama Pamekasan. Selain dalam tindakan nyata pengumpulan koleksi, agenda-agenda kegiatan ilmiah juga harus diusahakan seperti Seminar Kesejarahan dan Diskusi Publik.





Author : Arafah Pramasto, Co-Author : Sapta Anugrah.





Comments