Wednesday, October 26, 2016

Lawatan Sejarah GGS Eps. 3 : Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin didirikan di atas reruntuhan Benteng Kuto Lamo yang dihancurkan oleh serangan Belanda pada tahun 1823. Berdasarkan hasil penelitian dari Tim Arkeologi Nasional tahun 1988, pada lokasi ini terdapat fondasi batu bata dari bangunan Benteng Kuto Lamo, di atas tumpukan balok-balok kayu yang terbakar. Museum ini memiliki beberapa koleksi seperti miniatur peperangan, lukisan-lukisan, persenjataan tradisional hingga senjata api meriam tangan buatan kesultanan Palembang, manuskrip-manuskrip kuno dengan aksara Kaganga beserta belsuit era kolonial, jenis-jenis perahu yang ada di Sumatera Selatan, dan dekorasi pernikahan tradisional Palembang. Keberadaan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang berhadapan dengan Sungai Musi dan kegiatan masyarakatnya menandai betapa eratnya sosok sultan yang tergambar pada uang pecahan Rp. 10.000,-, dan namanya diabadikan sebagai sebuah bandar udara internasional dengan nilai patriotisme bangsa Indonesia. ‘Klik’ gambar di bawah untuk melawat ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (jangan lupa untuk subscribe kanal ‘Gerak Gerik Sejarah’).

 Klik Disini