Kenangan Silam Pasar Cinde Palembang

Pasar Cinde di Kota Palembang dahulunya merupakan sebuah pemakaman yang memiliki nilai historis. Pemakaman itu meliputi pusara sultan pertama Palembang yakni Susuhunan Abdurrahman Candi Walang yang kemudian dituliskan oleh pemerintah kolonial sebagai “Tjindai Balang” – nama ini yang mendasari penyebutan ‘Cinde’. Selain makam Susuhunan Abdurrahman, didapati pula para keluarga bangsawan yang beristirahat selamanya di pemakaman (Palembang : Ungkonan) ini. Ungkonan sendiri setidaknya memiliki dua jenis yakni yang ditutupi adat dan disebut Gubah dan yang tanpa atap atau Jambangan. Kebanyakan kerabat sultan dan bangsawan lain yang dimakamkan di sini memiliki gelar Raden, Kemas, Masagus, dan Kiagus. Prasasti makam dengan memuat nama-nama itu masih bisa ditemukan, lumrahnya beraksara Arab Melayu maupun juga Latin. Setiap keluarga bangsawan Palembang biasanya memiliki Ungkonan sendiri......

Klik untuk membaca lebih lanjut

Comments